🎇 Cara Membuat Laporan Mini Riset

RPPini merupakan RPP materi pembelajaran kelas VII bertema Teks Laporan Hasil Observasi dengan indikator pencapaian kompetensi menelaah struktur teks laporan hasil observasi.RPP ini berjenis luring.RPP ini menggambarkan tiga bagian penting dalam kegiatan pembelajaran yaitu pendahuluan,inti dan penutup yang dilengkapi dengan lampiran format penilaian sikap,pengetahuan dan keterampilan.Metode LAPORANMINI RISET PEMIKIRAN ALIRAN RIFAIYAH NGASEM NGAWINAN BANDUNGAN SEMARANG Sewaktu pulang ke tanah air, ketiga ulama ini bertemu di atas kapal dan membicarakan bagaimana cara untuk mengentaskan umat dari belenggu kebodohan. Dalam diskusi itu, mereka menetapkan, bahwa mereka berkewajiban menyusun kitab memakai metode yang sesuai dengan Tidaklahmudah untuk menulis judul proposal yang sempurna yang sederhana, jelas, ilmiah dan menarik. Laporan Mini Riset from pemikiran plato tentang idea idea dalam pendidikan agama kristen. Penelitian merupakan hal yang penting karena dengan sebab adanya penelitian membuat munculnya pengetahuan dan wawasan baru ContohLaporan Hasil Penelitian Kuantitatif - Laporan penelitian dapat berupa laporan tertulis maupun presentasi. Laporan penelitian merupakan tahap akhir dari proses penelitian dimana peneliti menyampaikan dan mengkomunikasikan kepada audiens hasil akhir risetnya melalui tulisan. Jenis yang ditujukan kepada para pembuat keputusankebijaksanaan 4. Contohlaporan mini riset kinerja tenaga pendidik. Pedoman penyusunan proposal dan penulisan laporan penelitian ini. Contoh laporan mini riset mkdk. Yuk Lihat Contoh Laporan Riset Pasar Cara Ku Mu from sejumlah aturan penulisan laporan penelitian . Satu acuan, cara penulisan daftar pustaka diberi contoh pada lamprian 3. LaporanMini Riset Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Walisongo Semarang cara, perbuatan yang menyangkut penyebarluasan barang dagangan (barang atau jasa) dari produser kepada konsumen. Demikianlah laporan penelitian ini penulis buat, penulis menyadari bahwa dalam laporan penelitian ini masih banyak kekurangan dan kesalahan. LAPORANMINI RISET KELOMPOK 1pdf - LAPORAN MINIRISET ANALISIS KONSERVASI EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DAERAH PESISIR KAMPUNG NIPAH KECAMATAN PERBAUNGAN. ISLAM LAMONGANTAHUN PELAJARAN 20132014 KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr. 17 Contoh Makalah Yang Baik Dan Benar Cara Membuat Lengkap contoh makalah lengkap pdf merupakan desain gambar wallpaper Biasanyasebuah paper ada pembahasan mengenai beberapa penelitian terdahulu yang dijadikan sebagai referensi untuk mendasari suatu karya tulis dalam membuat suatu paper. 5. Metodologi. Sebuah paper yang baik dan benar harus terdapat pembahasan mengenai metodologi seperti apa dan fungsinya dalam pembuatan karya ilmiah. LAPORANMINI RISET "DORMANSI BIJI" Dormansi merupakan cara embrio mempertahankan diri dari keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan, tetapi berakibat pada lambatnya proses perkecambahan. Lama waktu dimana biji dorman masih hidup dan mampu berkecamabah bervariasi dari beberapa hari hingga beberapa dekad atau bahkan lebih lama lagi . Contoh Kesimpulan Mini Riset - Contoh Mini Riset Dapatkan link. CONTOH FORMAT LAPORAN PENELITIAN TUGAS RISET PEMASARAN DISUSUN OLEH M. Adapun contohnya adalah sebagai kesimpulan mini riset. Perencanaan mini riset pelaksanaan dan laporan mini riset. Contoh mini riset dalam penelitian kualitatif. Laporan Mini riset terdiri dari bab I sebagai pendahuluan Bab II sebagai tinjauan teori. Nah ketika kamu akan membuat kesimpulan tak ada salahnya jika kamu mengetahui susunan kesimpulan yang baik sesuai dengan contoh kalimat kesimpulan yang telah lolos dalam penulisan skripsi makalah mauapun karya tulis. Mini Riset Yang Dipakai Fix From Cara membuat laporan arus kas metode langsung perusahaan dagang Cara mengisi spt tahunan badan nihil manual Arti dari laporan deskriptif Cara membuat laporan jualan online Mini Riset Profesi Pendidikan. Dik D Matematika 2019 Mata Kuliah. Contoh format laporan penelitian tugas riset pemasaran disusun oleh m. Karena terjadinya perang maka terjadi sebuah kebutuhan iyalah bagaimana cara mengalokasikan sumber sumber daya yang sangat terbatas kepada berbagai elemen operasi militer dalam sebuah kegiatan secara efektif Karena itulah pemimpin pemimpin perang meminta saran kepada ahli dalam bidang. Kami berharap semoga pembahasan mengenai contoh mini riset keperawatan pdf berikut ini bermanfaat untuk Anda. Bagian ini membahas Temuan atau kesimpulan sementara dari hasil di. FORMAT LAPORAN mini RISET Februari 2 2016 9 Desember 3 November 3 Agustus 1 Juni 2 2015 14 Lainnya - April 26 2018 MINI RISET. Inilah contoh mini riset keperawatan pdf dan informasi lain yang masih ada hubungannya dengan topik contoh mini riset keperawatan pdf yang Anda cari. Memberi kita hadiah atau malah membuat kita kehabisan uang. Riset mini diharapkan dapat memberi gambaran mengenai penelitian kualitatif. Salah satu penggunaan proposa l penelitian adalah penulisan thesis atau skripsi. FORMAT LAPORAN mini RISET Februari 2 2016 9 Desember 3 November 3 Agustus 1 Juni 2 2015 14 Desember. Source Inilah contoh mini riset keperawatan pdf dan informasi lain yang masih ada hubungannya dengan topik contoh mini riset keperawatan pdf yang Anda cari. Blog tentang tugas akhir karya ilmiah mahasiswa yaitu mini riset yang disusun dari beberapa bab yang merupakan hasil riset atau research yang telah dilakukan di sekolahkampus masyarakat ataupun kantor-kantor pemerintahan. Ini berfungsi untuk mengatur pikiran dan seluruh pekerjaan Anda sebelum menulis Mini Riset. Fitrianto2001 UNIVERSITAS SRIWIJAYA FAKULTAS EKONOMI JURUSAN MANAJEMEN 2013 FORMAT LAPORAN PENELITIAN Halaman SampulCover Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Gambar I. Riset Pasar Pengertian Tujuan Jenis Peran Fungsi Contoh Riset pasar merupakan sesuatu yang sangat penting dalam bisnis sebab dengan riset pasar akan diketahui apa saja yang diperlukan pasar atau masyarakat dan juga mengetahui para pesaing bisnisDengan diketahuinya apa saja yang dibutuhkan oleh pasar dan juga pesaing yang ada dapat membuat produk ataupun jasa yang sesuai dengan. Source Serta melatih penulis untuk mengadakan riset mini. Ini berfungsi untuk mengatur pikiran dan seluruh pekerjaan Anda sebelum menulis Mini Riset. Serta melatih penulis untuk mengadakan riset mini. Peran keluarga menjadi sangat penting dalam perkembangan rasa agama anak karena dalam keluarga anak pertama kali mendapatkan penanaman nilai dasar-dasar agama. Laporan Mini Riset 1. Source CONTOH FORMAT LAPORAN PENELITIAN TUGAS RISET PEMASARAN DISUSUN OLEH M. Garis besar penting untuk semua jenis Mini Riset. Riset mini diharapkan dapat memberi gambaran mengenai penelitian kualitatif. Aplikasi Lainnya - April 26 2018 MINI RISET. Contoh proposal mini riset. Source Perumusan Masalah C. LAPORAN MINI RISETPENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENGELOLAAN SAMPAHTERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN WARGA DALAM PENGELOLAANSAMPAH DESA TERTEK KECAMATAN PAREDisusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktik Profesional NersProgram Studi S1 Keperawatan STIKes Surya Mitra Husada KediriOleh 1 Akmal Sari Kurniawati S. Karena terjadinya perang maka terjadi sebuah kebutuhan iyalah bagaimana cara mengalokasikan sumber sumber daya yang sangat terbatas kepada berbagai elemen operasi militer dalam sebuah kegiatan secara efektif Karena itulah pemimpin pemimpin perang meminta saran kepada ahli dalam bidang. Nama Roy Nanda Damanik 4191111035 Alfin Nursyaadah 4193111043 Fathiyah Nabila4193111051 Ayu Lestari Sihombing4193111057 Nurul Intan Nirwana4193111087 Kelompok. Peran keluarga menjadi sangat penting dalam perkembangan rasa agama anak karena dalam keluarga anak pertama kali mendapatkan penanaman nilai dasar-dasar agama. Source Untuk lebih jelas mengenai contoh proposal penelitian berikut adalah 10 contoh proposal penelitian dari berbagai kasus. Untuk lebih jelas mengenai contoh proposal penelitian berikut adalah 10 contoh proposal penelitian dari berbagai kasus. Adapun contohnya adalah sebagai berikut. Inilah contoh mini riset dalam penelitian kualitatif dan informasi lain mengenai hal-hal yang masih berkaitan dengan contoh mini riset dalam penelitian kualitatif di website ini. Garis besar penting untuk semua jenis Mini Riset. Source Tema yang diangkat dalam karya tulis ini adalah bebas. MINI RISET HIMPUNAN DAN LOGIKA KONJUNGSI DISJUNGSI IMPLIKASI DAN BIIMPLIKASI Disusun Oleh. Contoh Mini Riset Dapatkan link. Bagian ini membahas Temuan atau kesimpulan sementara dari hasil di. Contoh mini riset dalam penelitian kualitatif. Source Riset Pasar Pengertian Tujuan Jenis Peran Fungsi Contoh Riset pasar merupakan sesuatu yang sangat penting dalam bisnis sebab dengan riset pasar akan diketahui apa saja yang diperlukan pasar atau masyarakat dan juga mengetahui para pesaing bisnisDengan diketahuinya apa saja yang dibutuhkan oleh pasar dan juga pesaing yang ada dapat membuat produk ataupun jasa yang sesuai dengan. Lapangan dengan beberapa teori-teori yang relevan. Dik D Matematika 2019 Mata Kuliah. Mini Riset Profesi Pendidikan. Serta melatih penulis untuk mengadakan riset mini. Source Peran keluarga menjadi sangat penting dalam perkembangan rasa agama anak karena dalam keluarga anak pertama kali mendapatkan penanaman nilai dasar-dasar agama. Nama Roy Nanda Damanik 4191111035 Alfin Nursyaadah 4193111043 Fathiyah Nabila4193111051 Ayu Lestari Sihombing4193111057 Nurul Intan Nirwana4193111087 Kelompok. Contoh laporan mini riset contoh laporan mini riset yang baik dan benar contoh laporan mini riset contoh laporan minit mesyuarat contoh laporan mini research contoh laporan mini riset yang baik dan benar contoh laporan pkl contoh laporan contoh laporan keuangan contoh laporan observasi contoh laporan kewirausahaan contoh laporan keuangan perusahaan contoh laporan sakip contoh. Setiap aspek yang teramati pada masing-masing kegiatan akan diberikan skor dengan skala 2-0. Lapangan dengan beberapa teori-teori yang relevan. Source Nama Roy Nanda Damanik 4191111035 Alfin Nursyaadah 4193111043 Fathiyah Nabila4193111051 Ayu Lestari Sihombing4193111057 Nurul Intan Nirwana4193111087 Kelompok. Fitrianto2001 universitas sriwijaya fakultas ekonomi jurusan manajemen 2013. LAPORAN MINI RISETPENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENGELOLAAN SAMPAHTERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN WARGA DALAM PENGELOLAANSAMPAH DESA TERTEK KECAMATAN PAREDisusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktik Profesional NersProgram Studi S1 Keperawatan STIKes Surya Mitra Husada KediriOleh 1 Akmal Sari Kurniawati S. Peran keluarga menjadi sangat penting dalam perkembangan rasa agama anak karena dalam keluarga anak pertama kali mendapatkan penanaman nilai dasar-dasar agama. Inilah contoh mini riset dalam penelitian kualitatif dan informasi lain mengenai hal-hal yang masih berkaitan dengan contoh mini riset dalam penelitian kualitatif di website ini. Source Contoh format laporan penelitian tugas riset pemasaran disusun oleh m. BUDAYA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU. Contoh Mini Riset Dapatkan link. Laporan Mini Riset 1. Karena terjadinya perang maka terjadi sebuah kebutuhan iyalah bagaimana cara mengalokasikan sumber sumber daya yang sangat terbatas kepada berbagai elemen operasi militer dalam sebuah kegiatan secara efektif Karena itulah pemimpin pemimpin perang meminta saran kepada ahli dalam bidang. Source Mini Riset Profesi Pendidikan. Laporan Mini Riset 1. Pada mulanya Riset Operasi tidak terlepas dari perang dunia ke II. CONTOH FORMAT LAPORAN PENELITIAN TUGAS RISET PEMASARAN DISUSUN OLEH M. Nama Roy Nanda Damanik 4191111035 Alfin Nursyaadah 4193111043 Fathiyah Nabila4193111051 Ayu Lestari Sihombing4193111057 Nurul Intan Nirwana4193111087 Kelompok. Source FORMAT LAPORAN mini RISET Februari 2 2016 9 Desember 3 November 3 Agustus 1 Juni 2 2015 14 Desember. Inilah contoh mini riset dalam penelitian kualitatif dan informasi lain mengenai hal-hal yang masih berkaitan dengan contoh mini riset dalam penelitian kualitatif di website ini. Dik D Matematika 2019 Mata Kuliah. Serta melatih penulis untuk mengadakan riset mini. Contoh proposal mini riset SISTEM. Source Setiap aspek yang teramati pada masing-masing kegiatan akan diberikan skor dengan skala 2-0. Makalah semacam ini ditujukan untuk penelitian ilmiah yang akan membuktikan Anda sebagai seorang sarjana yang memiliki bakat teknis untuk memecahkan masalah inti dan siap menyampaikan ide-ide Anda menggunakan pendekatan dan proses ilmiah. Rubrik observasi ini sudah dijudgment oleh satu orang dosen ahli dan memberikan penilaian bahwa rubrik observasi yang dibuat sudah baik dan dapat digunakan. CONTOH PERMASALAHAN RISET OPERASI SOAL 1 MAKSIMASI BAYU FURNITURE memproduksi 2 jenis produk yaitu meja dan kursi yang harus diproses melalui perakitan dan finishing. Pada contoh-contoh di atas tergambar adanya beberapa faktor yang berperan dalam suatu hubungan yaitu keyakinan perasaan dan perilaku. Source Contoh laporan mini riset tugas perkuliahan mini riset unimed raja bunglon. Setiap aspek yang teramati pada masing-masing kegiatan akan diberikan skor dengan skala 2-0. Garis besar penting untuk semua jenis Mini Riset. Salah satu penggunaan proposa l penelitian adalah penulisan thesis atau skripsi. Kep2 Asniatim Marifah S. Source Lapangan dengan beberapa teori-teori yang relevan. Tujuan dari mini research ini adalah untuk mengetahui pemikiran ataupun ide dari calon anggota Wira Usaha Mahasiswa UNIMED. Dik D Matematika 2019 Mata Kuliah. Perumusan Masalah C. Makalah semacam ini ditujukan untuk penelitian ilmiah yang akan membuktikan Anda sebagai seorang sarjana yang memiliki bakat teknis untuk memecahkan masalah inti dan siap menyampaikan ide-ide Anda menggunakan pendekatan dan proses ilmiah. Source Contoh mini riset keperawatan pdf. Peran keluarga menjadi sangat penting dalam perkembangan rasa agama anak karena dalam keluarga anak pertama kali mendapatkan penanaman nilai dasar-dasar agama. EKO FITRIANTO DOSEN RISET PEMASARAN CONTACT PERSON Email. Contoh mini riset dalam penelitian kualitatif. Contoh mini riset keperawatan pdf. Source Garis besar penting untuk semua jenis Mini Riset. EKO FITRIANTO DOSEN RISET PEMASARAN CONTACT PERSON Email. Pada mulanya Riset Operasi tidak terlepas dari perang dunia ke II. BUDAYA SEKOLAH DAN MOTIVASI GURU. Lapangan dengan beberapa teori-teori yang relevan. Source Lapangan dengan beberapa teori-teori yang relevan. Contoh mini riset keperawatan pdf. Contoh Laporan Mini Riset Tugas Perkuliahan Mini Riset Unimed Raja Bunglon. Blog tentang tugas akhir karya ilmiah mahasiswa yaitu mini riset yang disusun dari beberapa bab yang merupakan hasil riset atau research yang telah dilakukan di sekolahkampus masyarakat ataupun kantor-kantor pemerintahan. Pada contoh-contoh di atas tergambar adanya beberapa faktor yang berperan dalam suatu hubungan yaitu keyakinan perasaan dan perilaku. This site is an open community for users to do submittion their favorite wallpapers on the internet, all images or pictures in this website are for personal wallpaper use only, it is stricly prohibited to use this wallpaper for commercial purposes, if you are the author and find this image is shared without your permission, please kindly raise a DMCA report to Us. If you find this site serviceableness, please support us by sharing this posts to your own social media accounts like Facebook, Instagram and so on or you can also bookmark this blog page with the title contoh kesimpulan mini riset by using Ctrl + D for devices a laptop with a Windows operating system or Command + D for laptops with an Apple operating system. If you use a smartphone, you can also use the drawer menu of the browser you are using. Whether it’s a Windows, Mac, iOS or Android operating system, you will still be able to bookmark this website. Mini riset adalah bagian dari tugas perkuliahan yang diberikan oleh dosen pengampu suatu mata kuliah kepada mahasiswanya. Umumnya, pemberian tugas mini riset ini dilakukan sebagai syarat kelulusan mata kuliah tersebut. Setiap dosen biasanya memiliki ketentuan tersendiri terkait susunan dan contoh mini riset. Namun, susunan mini riset pada umumnya tidak jauh beda dan mengikuti standar karya tulis ilmiah yang sesuai. Dengan mengetahui susunan serta contoh mini riset, tentunya ini akan lebih memudahkan bagi mahasiswa dalam proses penggarapan mini riset. Untuk melihat secara lengkap bagaimana contoh mini riset yang baik dan benar, yuk simak penjelasannya di bawah ini. Bagian-Bagian dan Contoh Mini Riset Mini riset secara umum terdiri dari lima bab yang dimulai dari pendahuluan dan diakhiri dengan kesimpulan. Disamping itu, ada pula daftar pustaka yang perlu dicantumkan untuk menunjukkan beberapa sumber yang digunakan dalam pembuatan mini riset. Perlu Sobat Pintar ketahui, jika bentuk mini riset yang dicantumkan berikut hanyalah bersifat contoh. Nah, untuk contoh mini riset yang akan disajikan berikut mencoba mengambil judul “Pengaruh Penggunaan Bahasa Gaul terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Baku dikalangan Siswa SMA X.” Bagian Muka Dalam bagian muka, terdapat tiga bagian penting yang harus dicantumkan oleh mahasiswa. Pertama, sampul mini riset yang berisikan judul, nama penulis mini riset, dan instansi yang berkaitan. Kedua, daftar isi yang berisikan semua daftar bab atau isian dalam dalam mini riset tersebut. Ketiga, ada abstrak yang mana berisi ringkasan terkait mini riset. Abstrak ditulis mulai dari 150 hingga 200 kata. Kemudian, ada pula kata pengantar yang dituliskan oleh penulis mini riset. Kata pengantar digunakan sebagai ucapan syukur pada beberapa pihak atas selesainya mini riset tersebut. Baca juga Cara Membuat Kata Pengantar Bab I Pendahuluan Bab 1 dalam mini riset terdiri dari beberapa bagian yaitu latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Contoh mini riset terkait bab 1 ini bisa dilihat lewat penjelasan berikut. Latar Belakang Bahasa adalah unsur vital dan simbol bagi suatu negara atau wilayah dalam suatu negara tersebut. Bahasa memegang peranan penting dalam hubungan sosial dan interaksi dengan masyarakat. Ragam bahasa di dunia pun sangat banyak, bahkan dalam suatu negara bisa memiliki lebih dari sepuluh bahasa. Negara Indonesia dalam hal ini menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi atau bahasa utama. Dengan begitu, bahasa Indonesia telah menjadi identitas bagi bangsa Indonesia di mata negara lainnya. Namun, seiring berkembangnya waktu, pemakaian bahasa Indonesia yang baku dalam kehidupan sehari-hari mulai bergeser. Penggunaan bahasa Indonesia baku sedikit demi sedikit mulai digantikan dengan pemakaian bahasa gaul. Bahasa gaul ini cenderung berkaitan dengan remaja, karena penggunaannya pun sering kali dimulai dan berkembang di kalangan para remaja. Untuk memahami lebih dalam mengenai fenomena dan pengaruh penggunaan bahasa gaul ini, penulis mencoba mencoba mengupas lewat mini riset ini yang diberi judul “Pengaruh Penggunaan Bahasa Gaul terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Baku dikalangan Siswa SMA X.” Rumusan Masalah Berdasarkan dengan latar belakang yang telah dijabarkan sebelumnya, mini riset ini akan mengungkap permasalahan diantaranya 1 Bagaimana penggunaan bahasa gaul di kalangan siswa SMA X; dan 2 Apa dampak penggunaan bahasa gaul terhadap penggunaan bahasa Indonesia yang baku di kalangan siswa SMA X? Tujuan Penelitian Mini riset ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui fenomena dan dampak pergeseran penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar ke bahasa gaul di kalangan siswa SMA X. Manfaat Penelitian Mini riset ini bermanfaat sebagai bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan penggunaan bahasa gaul di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi. Baca juga Cara Membuat Latar Belakang Skripsi yang Benar Bab II Kajian Pustaka Pada bab II, kajian pustaka berisikan tentang teori yang berhubungan dengan permasalahan yang diangkat dalam penelitian. Contoh mini riset untuk bagian bab II bisa Sobat Pintar lihat lewat penjelasan di bawah ini. Bahasa Bahasa menurut KBBI adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang dipakai oleh anggota dalam suatu masyarakat. Bahasa digunakan untuk berinteraksi, bekerja sama, dan mengidentifikasi diri. Komunikasi Komunikasi berfungsi sebagai cara menyampaikan pesan dari pemberi pesan kepada penerima pesan. Tujuannya supaya isi pesan lebih mudah dipahami dan dimengerti. Bab III Metode Penelitian Masuk ke bagian ketiga adalah metode penelitian. Di bagian ini di bahas 2 hal utama yaitu pengumpulan data serta metode yang digunakan. Untuk contoh mini riset terkait metode penelitian, akan dijabarkan lewat penjelasan berikut. Metode Penelitian Mini riset ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode satu ini merupakan metode yang bersifat alamiah dengan melakukan studi terhadap fenomena tertentu. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam mini riset ini adalah wawancara semi terstruktur. Teknik pencatatan dilakukan dengan menggunakan rekaman suara dari ponsel dan dicatat menggunakan catatan kecil. Baca juga Ini Tips Dan Cara Membuat Artikel Untuk Yang Suka Nulis Bab IV Hasil dan Pembahasan Hasil dan pembahasan menjadi bagian dari bab empat dalam mini riset. Bagian ini diketahui jadi bagian yang paling penting dalam penelitian. Berikut adalah contoh mini riset untuk bagian hasil dan pembahasan. Hasil Responden penelitian mengungkapkan jika penggunaan bahasa gaul sudah menjadi suatu kebiasaan. Namun, beberapa menyadari jika kebiasaan ini memiliki dampak pada sulitnya berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan pendidikan. Pembahasan Pengaruh bahasa gaul membuat eksistensi bahasa Indonesia yang baik dan benar semakin menurun. Siswa SMA X menemukan kesulitan saat harus berkomunikasi dengan bahasa baku, sehingga mereka merasa perlu adanya pembiasaan pada penggunaan bahasa Indonesia yang baik. Terutama bahasa Indonesia yang baku sering kali dibutuhkan dalam kegiatan dan lingkungan formal seperti sekolah dan perguruan tinggi. Bab V Kesimpulan dan Saran Kesimpulan dan saran menjadi bagian akhir dalam mini riset. Bagian ini menjadi bagian pamungkas yang kerap dicari oleh para pembaca mini riset. Nah, berikut adalah contoh mini riset bagian kesimpulan dan saran. Kesimpulan Bahasa gaul menjadi bagian dari perkembangan bahasa Indonesia yang cukup mempengaruhi eksistensi bahasa Indonesia yang baik dan benar. Namun, perkembangan bahasa gaul sendiri tak dapat dicegah karena hal ini sudah menjadi bagian dari perkembangan bahasa itu sendiri. Saran Mengingat perkembangan bahasa gaul tidak mampu diberantas begitu saja, maka eksistensi dari bahasa Indonesia yang baku harus ditingkatkan lagi. Baca juga Cara Membuat Footnote di Word, Mudah Tanpa Ribet Nah, demikian untuk contoh mini riset dengan mengambil tema terkait penggunaan bahasa. Membuat mini riset pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan jenis karya ilmiah yang lain. Hanya saja, jumlah halamannya lebih terbatas dengan maksimal 20 halaman saja, mengingat penelitian ini bersifat penelitian kecil. Artikel ini ditulis oleh Kredit Pintar fintech terdaftar dan diawasi OJK yang memberi kemudahan dalam pengajuan pinjaman online bagi seluruh rakyat Indonesia. Ikuti blog Kredit Pintar untuk mendapat informasi, tips bermanfaat, serta promo menarik lainnya. Cover Mini RisetLaporan Mini Riset Hubungan Antara Perkembangan Moral Dengan Perilaku Prososial Pada RemajaDi Ajukan Sebagai Tugas Mata KuliahPendidikan KewarganegaraanDosen Prayetno, Kelompok 31. Nisa Putri Utama Sirait 31531310232. Sarah Triana 31511310433. Vicky Ghaneza 31531310034. Siti Nurhaliza Putri 3153131007Program Studi Pendidikan GeografiFakultas Ilmu SosialUniversitas Negeri MedanMedan2018 Pengantar Mini RisetKATA PENGANTARSegala puji atas segala nikmat yang telah diberikan tuhan kepada kita semua termasuk terselesaikannya Mini Riset ini. Mini Riset ini mengambil judul Hubungan Antara Perkembangan Moral Dengan Perilaku Prososial Pada Remaja, sebagai amanat yang diberikan kepada kami didalam memenuhi tugas Pendidikan penghargaan bagi kami atas diberikannya tugas ini, karena dengan begitu kita dapat mengkaji tentang Hubungan Antara Perkembangan Moral Dengan Perilaku Prososial Pada Remaja, yang pasti akan bermanfaat menambah ilmu dan pengetahuan kita kesempatan ini perkenankan kami mengucapkan terimah kasih yang tak terhingga kepada dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Kewarganegaran yang telah membimbing kami. Begitu pun kami menyadari bahwa laporan Mini Riset ini jauh dari sempurna, untuk sumbang saran maupun masukan sangat kami segala kekurangan tersebut, kami mohon dibukakan pintu maaf seluas-luasnya. Demikian dari kami, semoga segala tujuan baik dengan hadirnya laporan Mini Riset ini dapat ISI KATA PENGANTAR ………………………………………………………………..DAFTAR ISI …………………………………………………………………………BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang ………………………………………………………….……… Rumusan Masalah ……………………………………………………………. Tujuan ………………………………………………………………………….BAB II KAJIAN Landasan Teori …………………………………………………………………..BAB III METODE MINI Rancangan Mini Riset …………………………………………………………. Subjek Mini Riset ……………………………………………………………… Variabel dan Instrumen Mini Riset …………………………………………….. Prosedur dan Analisa Data …………………………………………………….BAB IV HASIL DAN Hasil …………………..………………………………………………………. Pembahasan ……………..……………………………………………………..BAB V KESIMPULAN DAN Kesimpulan …………………...……………………………………………….. Saran …………………………………………………………………………….DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………………....LAMPIRAN .……………..………………………………………………………….... iii188913131415161825252627 Bagian Isi Mini Riset BAB Latar Belakang Mini RisetBangsa Indonesia sendiri adalah bangsa dengan budaya luhur yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, kerjasama. Hal ini sudah ditanamkan dari orang tua dari jaman dahulu kepada setiap penerusnya. Namun pada kenyataannya semakin hari teknologi dan informasi yang semakin modern membawa perubahan yang besar kepada cara berikir dan berperilaku individu. Remaja Indonesia sebagai penerus budaya bangsa kini telah mengalami pergeseran budaya. Remaja dituntut untuk menghadapi laju ilmu teknologi, pertukaran teknologi yang pesat. Komunikasi yang tidak hanya dapat dilakukan secara langsung, menyebabkan kaburnya batas-batas antar negara dan memunculkan asimilasi antar budaya dan moderniasi budaya pun terjadi. Sullivan Nawai & Lubis, 2007 berpendapat bahwa dalam bangsa yang semakin modern individu cenderung mementingkan dirinya sendiri. Hal tersebut terjadi pada generasi remaja di Indonesia, di dalam kehidupan bermasyarakat remaja kini cenderung menjadi sosok yang sendiri adalah masa yang paling menonjol dari semua karakteristik perkembangan, hal ini dikarenakan masa ini adalah suatu periode transisi dalam rentang kehidupan manusia yang menjembatani masa kanak-kanak dengan dewasa. Fase remaja sering disebut-sebut sebagai fase mencari jati diri, karena remaja sebetulnya tidak memiliki tempat yang jelas, remaja berada diantara anak-anak dan dewasa Ali Muhammad, 2014. Remaja yang mengalami proses pencarian jati diri, mereka membangun relasi dan mencari tahu cara kerja suatu hal Santrock, 2011. Sehinga sebagai remaja, individu harusnya memerlukan kemampuan bersosialisi yang baik khususnya pada remaja Indonesia yang menjunjung tinggi nilai gotong royong. Wentzel, 1997 Santrock, 2011 menuliskan beberapa strategi untuk membangun hubungan yang baik dengan lingkungan, hubungan yang baik tidak muncul dari perilaku individualis melainkan muncul dengan membangun perilaku prososial, jujur dan dapat dipercaya, murah hati, mau berbagi, bekerja sama, dan mudah prososial merupakan salah satu bentuk perilaku yang muncul dalam kontak sosial. Watson 1998272 mendefinisikan perilaku prososial sebagai suatu tindakan yang memiliki konsekuensi positif bagi orang, tindakan menolong sepenuhnya yang dimotivasi oleh kepentingan sendiri tanpa mengharapkan sesuatu untuk dirinya. Tindakan prososial menuntut pengorbanan tinggi dari si pelaku dan bersifat sukarela atau lebih ditunjukkan untuk menguntungkan orang lain daripada untuk mendapatkan imbalan materi. Perilaku prososial juga sangat penting untuk membangun persahabatan pada remaja yang cenderung menghabiskan waktu dengan lingkungan dan teman sebayanya, karena pada masa remaja hubungan persahabatan sangatlah penting dalam pemenuhan kebutuhan sosial Santrock, 2011.Namun fakta dilapangan menunjukkan perilaku prososial pada remajan Indonesia justru mengalami penurunan dari tahun ketahun. Menurut Mini Riset Hamidah Savitri, 2014 melakukan Mini Riset mengenai perilaku prososial di tujuh daerah di kota Jawa Timur, menunjukkan adanya indikasi penurunan kepedulian sosial dan kepekaan terhadap orang lain, hal ini banyak terjadi pada remaja yang nampak lebih mementingkan diri sendiri dan keberhasilannya tanpa mempertimbangkan keadaan orang lain di sekitarnya. Mini Riset Savitri 2014 juga menunjukkan bahwa remaja kota yang lebih modern cenderung rendah perilaku prososialnya di bandingkan dengan remaja di desa. Remaja desa memiliki nilai yang lebih tinggi di semua aspek perilaku prososial yaitu simpati, kerjasama, berderma, menolong, altruisme. Dan pada kenyataannya remaja kota kini menjadi individu yang lebih Riset Hasanah Nur dan Kumalasari 2015 mengenai penggunaan handphone dan hubungan teman pada perilaku prososial siswa SMP Muhammadiyah Luwuk, menjelaskan bahwa banyak siswa kini yang tidak takut lagi melakukan pelanggaran disekolah, selain itu beberapa orang dari subjek yang memiliki smartphone mengakui bahwa mereka lebih memilih asik berkomunikasi dengan teman dunia mayanya dan sibuk dengan gadget daripada berkomunikasi secara langsung dengan teman yang ada di saat itu. Dengan keadaan yang demikian komunikasi antar muka subjek menjadi menurun, dan lebih mementingkan diri sendiri. Jadi tidaklah heran ketika sekarang nilai-nilai kesetiakawanan, pengabdian, dan tolong menolong mengalami penurunan yang berdampak pada perwujudan kepentingan diri sendiri atau egois dan rasa individualis. Individu akan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dalam setiap tindakan menolong orang lain, banyaknya pertimbangan mengenai diri sendiri justru membuat individu enggan menolong. Perwitasari 2010 melakukan Mini Riset mengenai prososial pada remaja, hasil Mini Riset menyimpulkan bahwa remaja mengalami penurunan kepedulian sosial dan kepekaan terhadap orang lain dan lingkungan. Remaja lebih mementingkan diri sendiri dan keberhasilannya tanpa banyak mempertimbangkan keadaan orang lain di satu bukti penurunan kepedulian sosial remaja dilansir oleh Hardoko E 2015, kasus bullying SMP negeri di kota Binjai, seorang siswi mengunggah sebuah video kekerasan yang dilakukannya kepada teman sekolahnya. Di dalam video yang berdurasi 5 menit 46 detik tersebut terlihat bagaimana siswi tersebut tengah memukul, menendang dan menampar sambil mengucapkan kata-kata kasar untuk si korban. Dalam video tersebut juga terlihat teman sekolahnya yang lewat tapi justru bersikap acuh tak acuh pada kejadian tersebut. Selain itu berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Cahyaningro 2015 di SMK Taman Sukoharjo, dari 30 siswa hampir sebagian siswa menunjukkan adanya gejala penurunan perilaku prososial. Berdasarkan data catatak BK Taman Siswa Sukoharjo, dari tahun ketahun catatan perilaku antisosial siswa terus meningkat, 2011 tercatat 25% siswa berperilaku antisosial, 2012 naik menjadi 30% siswa yang berperilaku antisosial, hingga yang terakhir 2013 terdapat sekitar 34% siswa yang berperilaku prososial sendiri umumnya didapat dari hasil belajar. Remaja mempelajari tingkah laku dan norma dari orang dewasa lainnya. Perilaku prososial yang baik yaitu tindakan menolong yang menguntungkan orang lain tanpa harus menyediakan suatu keuntungan langsung pada orang yang melakukan tindakan tersebut, dan bahkan terkadang melibatkan suatu resiko bagi orang yang menolong Baron dan Byrne, 2005. Secara umum perilaku prososial dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor situasional yang meliputi karakteristik dari individu yang membutuhkan pertolongan, tekanan waktu, sedangkan faktor personal meliputi emosi, perasaan, empati, trait-trait kepribadian, mood dan juga norma-norma yang berlaku Myers, 2010. Mussen 1980 menyatakan bahwa 37 % persen pengaruh perilaku prososial berasal dari norma kepercayaan. Jadi penghayatan seseorang mengenai norma kepercayaan yang ada di lingkungannya akan menentukan bagaimana perilaku Eisenberg dan Mussen 1989 perkembangan moral mempengaruhi kecenderungan hati seseorang untuk bertindak secara prososial. Saat memasuki masa remaja, individu diharapkan dapat mengganti konsep moral yang berlaku dimasa kanak-kanak dengan perinsip moral yang berlaku umum dan merumuskan kode-kode moral yang berfungsi bagi pedoman perilakunya. Remaja harus dapat mengendalikan perilakunya sendiri, yang sebelumnya menjadi tanggung jawab orang tua dan guru. Kohlberg Berk, 2013 memngemukakan bahwa pemikir moral yang sudah matang menyadari bahwa bersikap menurut keyakinan mereka adalah sangat penting untuk memelihara tatanan dunia sosial yang adil. Senada dengan gagasan ini diharapkan remaja di tahap yang lebih tinggi dapat mempertimbangkan semua kemungkinan untuk menyelesaikan masalah juga mempertanggung jawabkannya dalam berbagai sudut pandang. Remaja diharapkan dapat melakukan tindakan prososial dengan membantu, berbagi, dan membela ketidakadilan Carlo, dkk dalam Berk, 2013.Perkembangan moral didefinisikan sebagai penalaran terhadap nilai, penilaian sosial dan juga penilaian terhadap kewajiban yang mengikat individu dalam melakukan sebuah tindakan Kohlbeg, 1995. Kohlberg 1995 membagi tingkat perkembangan moral menjadi tiga, yaitu pra-konvensional, konvensioal dan pasca-konvensional. Tahap pra-konvensioal menunjukan bahwa norma, aturan atau harapan dari masyarakat belum di pahami sebenarnya oleh idividu. Tingkat konvensioanal berarti individu sudah mampu memahami norma dan aturan sesuai dengan harapan masyarakat, guru, orangtua, tokoh masyarakat, dll. Pasca konvensional berarti individu dapat memahami norma, aturan, serta harapan masyarakat berdasar prinsip moral yang mendasarinya dan sudah mampu membuat keputusan moral dengan mengutamakan prinsip moral yang dianutnya. Dalam praktiknya perkembangan moral dapat dijadikan prediktor terhadap dilakukannya tindakan tertentu pada situasi yang melibatkan moral Kohlberg, 1995. Jadi perkembangan moral bukan hanya sebatas prinsip baik atau buruk tetapi juga upaya seseorang berpikir dan menimbang hingga sampai pada pengambilan keputusan untuk suatu norma kepercayaan dapat mendorong seseorang untuk berlaku adil dan mewujudkan keseimbangan didalam hidup. Sedangkan untuk memahami dan menghayati norma kepercayaan seseorang harus memiliki perkembangan moral yang baik. Sehingga bila disimpulkan bisa jadi salah satu faktor penyebab penurunan perilaku prososial pada remaja kini adalah adanya dekadensi moral. Sesuai dengan pendapat Desmita 2009, bahwa perkembangan moral sangat penting bagi remaja, terutama sebagai pedoman menemukan identitas dirinya, mengembangkan hubungan personal yang harmonis, dan menghindari konflik peran yang selalu terjadi dalam masa transisi. Sarwono 2012, menjelaskan bahwa moral dan religiusitas bisa mengendalikan tingkah laku anak yang beranjak dewasa agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan atau bertentangan dengan kehendak atau pandangan masyarakat. Mini Riset tentang perkembangan moral pun sudah pernah dilakukan sebelumnya dan hasilnya menunjukkan perkembangan moral memiliki hubungan yang positif dengan perilaku pokok permasalahan yang sudah dipaparkan peneliti tertarik untuk mencari tau apakah ada hubungan yang signifikan antara perilaku prososial pada remaja dengan tingkat perkembangan perkembangan moralnya. Dimana hubungan yang dimaksut oleh peneliti adalah hubunganh positif yaitu semakin tinggi tingkat perkembangan moral maka semakin tinggi pula perilaku prososial pada remaja. Sedangkan sebaliknya ketika tingkat perkembangan moral semakin rendah makan perilaku prososial juga rendah. Dalam Mini Riset ini peneliti mengambil subjek dengan rentang usia yang lebih besar dari peneliti sebelumnya sehingga data yang didapatkan akan lebih bervariasi Mini Riset ini diharapkan dapat menambah wawasan, juga memberikan manfaat teoritis tentang hubungan perkembangan moral dengan perilaku prososial yang dapat digunakan untuk pertimbangan Mini Riset Rumusan Masalah Mini RisetRumusan masalah pada Mini Riset ini yaitu 1. Bagaimana hubungan antara perkembangan moral dengan perilaku prososial pada remaja ? Tujuan Mini RisetAdapun yang menjadi tujuan dalam Mini Riset ini adalah 1. Mengetahui hubungan antara perkembangan moral dengan perilaku prososial pada remaja. BAB IIKAJIAN Landasan Teori1. Perilaku PrososialStaub Baron &Byrne, 1994, Perilaku prososial dapat dimengerti sebagai perilaku yang menguntungkan penerima, tetapi tidak memiliki keuntungan yang jelas bagi pelakunya. William Faturochman, 2006 membatasi perilaku prososial secara lebih rinci sebagai perilaku yang memiliki intens untuk mengubah keadaan fisik atau psikologis penerima bantuan kurang baik menjadi lebih baik, dalam arti secara material maupun prososial mencakup tindakan-tindakan sharing membagi memiliki pengertian dimana individu yang memiliki kecukupan membagi kelebihannya baik materi maupun ilmu pengetahuan, Bekerja sama adalah suatu perilaku yang sengaja dilakukan sekelompok orang maupun organisasi untuk mewujudkan cita-cita bersama, helping menolong yaitu suatu bentuk tindakan sukarela tanpa memperdulikan untung maupun rugi, honesty kejujuran adalah bentuk perilaku yang ditunjukkan dengan perkataan yang sesuai dengan keadaan dan tidak menambahkan suatu kenyataan yang ada, generosity kedermawanan merupakan suatu perilaku dermawan yang menunjukkan rasa prikemanusiaan, serta mempertimbangkan hak dan kesejahteraan orang lain dimana hak dan kewajiban merupakan hak asasi setiap manusia. Eisenberg &Mussen, 1989. Sears dkk. 1994, berpendapat perilaku prososial adalah tindakan menolong yang sepenuhnya dimotivasi oleh kepentingan sendiri tanpa mengharapkan sesuatu untuk diri si penolong itu sendiri. Perilaku prososial merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari Sears dkk., 1994 . Bila disimpulkan perilaku sosial adah sikap mementingkan kepentingan orang lain, dan sikap menguntungkan yang dilakukan individu untuk orang lain tanpa mempertimbangkan kepentingan pribadi. Hudaniah & Dayakisni 2009 menuliskan tiga indikator perilaku prososial 1. Tindakan itu berakhir pada dirinya dan tidak menuntut keuntungan pada pihak pelaku, 2. Tindakan itu dilahirkan secara sukarela, 3. Tindakan itu menghasilkan banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya perilaku prososial di dalam masyarakat, antara lain seperti yang diungkapkan oleh Sears dkk 1994 a Faktor situasi yaitu meliputi kehadiran orang lain, kondisi lingkungan dan tekanan waktu. Kehadiran seseorang kadang-kadang dapat menghambat usaha untuk menolong semakin banyak orang semakin memungkinnya terjadinya penyebaran tanggung jawab. b Faktor karakteristik penolong, kepribadian setiap individu berbeda-beda, kebutuhan tersebut akan memberi corak yang berbeda dan bisa menjadi motivasi individu untuk memberikan bantuan. Selain kepribadian, rasa bersalah yang merupakan perasaan gelisah yang timbul bila ketika individu melakukan kesalahan juga dapat menjadi pendorong untuk melakukan tindakan menurut Dayakisni dan Hudaniah 2009 faktor-faktor pengaruh tindakan prososial adalah 1 Self-again, harapan seseorang untuk memperoleh atau menghindari sesuatu, misalnya ingin mendapatkan pengakuan, pujian atau takut dikucilkan. 2 Personal values and norms, adanya nilai-nilai dan norma sosial yang diinternalisasikan oleh individu selama mengalami sosialisasi dan sebagian nilai-nilai serta norma tersebut berkaitan dengan tindakan prososial, seperti berkewajiban menegakkan kebenaran dan keadilan serta adanya norma timbale balik. 3 Empathy, kemampuan seseorang untuk ikut merasakan perasaan atau pengalaman orang Perkembangan MoralSuseno Muryono, 2009 mendefinisikan moral sebagai keyakinan mengenai apa yang baik dan apa yang buruk serta keyakinan akan norma-norma kelakuan manusia untuk menentukan apakah suatu tindakan atau sikap itu benar atau salah. Helden dan Richardas, 1971 Hurlock, 1980 berpendapat bahwa moral adalah suatu kepekaan dalam pikiran, perasaan, dan 2011 menilai perkembangan moral sebagai perkembangan yang berkaitan dengan aturan dan konvensi mengenai apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam interaksinya dengan orang lain. Kohlberg Hurlock,1980 mengemukakan teori perkembangan moral berdasarkan teori Piaget, yaitu dengan pendekatan arginismik melaluitahap-tahap perkembangan yang memiliki urutan pasti dan berlaku secara universal. Selain itu Kohlberg juga menyelidiki struktur proses berpikir yang mendasari perilaku moral moral behavior. Tahapan perkembangan moral adalah ukuran dari tinggi dan rendahnya perkembangan moral seseorang berdasarkan perkembangan moralnya seperti yang diungkapkan lawrance Kohlberg Hurlock, 1980. Teori ini berpandangan bahwa perkembangan moral, yang merupakan dasar dari etis, mempunyai enam tahapan perkembangan yang dapat teridentifikasi. Ia mengikuti perkembangan dari keputusan moral seiring penambahan usia yang semula diteliti Piaget, yang menyatakan bahwa logika dan moralitas berkembang melalui tahapan-tahapan konstruktif. Kohlberg menggunakan cerita-cerita tentang dilema moral dalam Mini Risetnya, dan ia tertarik pada bagaimana orang-orang akan level perkembangan moral menurut Kohlberg Hurlock, 1980 1. Moralitas prakonvasional, Tahap orientasi hukuman dan kepatuhan, pada tahap ini anak-anak cenderung patuh terhadap aturan untuk menghindari sebuah hukuman selanjutnya tahap orientasi relativis instrumental, yaitu menyesuaikan diri confirm untuk mendapatkan ganjaran, kebaikannya diharapkan mendapat balasan kebaikan juga. Level ini ditemukan pada anak-anak prasekolah, sebagian besar anak-anak SD, sejumlah siswa SMP, dan beberapa siswa SMU dan tahap selanjutnya saling memberi dan menerima, 2. Moralitas konvensioanal, ditemukan pada sejumlah siswa SMP, dan banyak siswa SMU. Pada tahap ini anak memiliki orientasi manis yaitu, menyesuaikan diri untuk menghindari ketidaksetujuan, ketidaksenangan orang lain. Selanjutnya orientasi hukuman dan ketertiban, yaitu tahap menyesuaikan diri untuk menghindari penilaian oleh otoritas resmi dan rasa bersalah, tahap orientasi hukuman ini biasanya hanya muncul ketika sudah memsuki usia-usia SMU, konvensional, jarang muncul sebelum masa kuliah, pada level ini seseorang memiliki orientasi sosial legalistic, yaitu menyesuaikan diri untuk memelihara rasa hormat dari orang dan menjaga hubungan kesejahteraan masyarakat. Orientasi prinsip etika universal, yaitu tahapan paling tinggi tercapai ketika seseorang dapat menyesuaikan diri secara menyeluruh di segala aspek kehidupan untuk menghindari hukuman atas diri sendiri3. Hubungan Perilaku Prososial dan Perkembangan MoralPerilaku prososial perilaku yang mencakup tindakan membagi, menolong, jujur, dermawan dan mempertimbangkan hak dan kesejahteraan orang lain Eisenberg dan Mussen, 1989. Perilaku prososial besar manfaatnya untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Beberapa faktor eksternal dan internal akan mempengaruhi munculnya perilaku prososial. Faktor eksternal seperti kondisi lingkungan, kehadiran orang lain, dan desakan waktu. Sedangkan faktor internal meliputi self esteem juga norma-norma Eisenberg, 2006. Berkowitz, 1972; Schwartz 1975 Hurlock, 1980, mendefinisikan norma sebagai tanggung jawab sosial meyakinkan individu untuk berbuat baik bagi Hurlock,1980 menjelaskan kesadaran akan norma berdasarkan pada pendekatan kognitif sebagai tahap perkembangan moral. Perkembangan moral Kohlberg selalu menjelaskan bagaimana seseorang mengerti akan tanggung jawabnya terhadap lingkungan sosialnya dan bagaimana cara pandang tindakan yang seharusnya diambil dalam mengatasi masalah sosial yang berhubungan dengan lingkungan dan norma-norma sosial, karena inti dari prinsip moral sendiri adalah keadilan. Individu dituntut untuk jujur, menghargai dan memperhatikan hak-hak pribadi tiap individu. Tahap perkembangan moral menunjukkan cara individu untuk berfikir, termasuk konsistensi penalarannya. Tahap-tahap perkembangan moral bersifat universal, yang artinya setiap individu akan melalui urutan tahap yang sama namun berbeda dalam hal kecepatan dan sejauh mana tahap dapat kasus, sebut saja A, ia melihat kecelakaan dijalan dan memiliki pilihan yaitu memberi pertolongan orang tersebut atau tidak memeberi pertolongan ketika perkembangan moral A berada pada tahap pasca konvensional sebagai individu yang sangat menjunjung tinggi konsep kemanusiaan A percaya bahwa perbuatan menolong itu baik dan akan merasa bersalah ketika tidak membantu karena A yakin bahwa meninggalkan orang yang kesulitan adalah hal yang tidak baik sehingga akan besar kemungkinan bagi A utuk memutuskan menolong korban kecelakaan,. Kemungkinan menolong akan menjadi berbeda tahap perkembangan A masih dalam tahap perkembangan moral pra konvensional yang orientasi perilakunya berdasarkan hukum timbal balik sosial, ketika menolong orang kecelakaan dianggapnya tidak memiliki unsur timbal balik maka kemungkinan menolongnya akan menjadi lebih kecil. Jadi, bisa diasumsikan perilaku prososial seseorang akan berbeda-beda sesuai dengan tahap perkembangan moralnya. Berdasarkan teori Kohlberg, ada 3 Level dengan 6 tahapan perkembangan moral 1 Tahap 1 adalah tahap orientasi hukuman, pada tahap ini perilaku moral muncul karena rasa takut akan hukuman, 2 Tahap 2 adalah tahap orientasi hedonistis, pada tahap ini perilaku moral muncul sebagai harapan adanya timbal balik, 3 Tahap 3 adalah tahap orientasi anak manis, pada tahap ini perilaku moral muncul bergantung pada tingkatan kelekatan individu dengan lingkungannya, 4 Tahap 4, adalah orientasi hukum dan kewajiban, pada tahap ini perilaku moral muncul dalam upaya menaati hukum dan aturan sosial, 5 Tahap 5, yaitu tahap penyesuaian diri untuk memelihara kesejahteraan masyarakat, 6 Tahap 6 adalah tahap orientasi suara hati, perilaku moral muncul sebagai perinsip untuk menjunjung tinggi aspek kemanusiaan, dan rasa bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan seluruh aspek dalam IIIMETODOLOGI MINI Rancangan Mini RisetMini Riset ini dilakukan dengan metode kuantitatif karena gejala-gejala hasil Mini Riset berwujud data, diukur dan dikonversikan dahulu dalam bentuk angka-angka atau dikuantitatifkan dan dianalisis dengan teknik statistik. Jenis Mini Riset ini adalah Mini Riset korelasi karena peneliti ingin mengetahui hubungan antara dua data yaitu perkembangan moral dan perilaku Subjek Mini RisetPopulasi subjek Mini Riset adalah individu dengan jenjang usia berkisar 15-19 tahun setingkat dengan siswa SMP kelas 3, SMA dan Mahasiswa tingkat awal, seusai dengan teori perkembangan Santrock masa remaja dimulai dari usia 11 dan berakhir di usia 20 tahun yang berada di kota Malang. Subjek Mini Riset berjumlah 250 orang. sesuai dengan teori dari Roscoe, 1995 Sekaran, 2006 bahwa ukuran sample dapat dikatakan reliable dengan jumlah sampel lebih dari 30 dan kurang dari 500. Sample diambil secara insidental, artinya peneliti mengambil data dimanapun ketika bertemu dengan subjek yang sesuai dengan Variabel dan Instrumen Mini RisetMini Riset ini memiliki dua variabel Mini x adalah perkembangan moral yaitu nilai, penilaian sosial, dan juga penilaian terhadap kewajiban yang mengikat individu dalam melakukan suatu tindakan. Sedangkan variabel y adalah perilaku prososial yaitu, segala bentuk perilaku yang mencakup tindakan-tindakan sharing membagi, helping menolong, honesty kejujuran, generosity kedermawanan, serta mempertimbangkan hak dan kesejahteraan oranglain Eisenberg &Mussen, 1989Untuk mengukur perilaku prososial peneliti menggunakan skala prososial berdasar teori Eisenberg faturochman, 2006 yang telah di try out oleh Novyta 2014 dengan aspek berbagi, menolong, menyumbang, kejujuran, kedermawanan, dan mempertimbangkan hak dan kesejahteraan orang lain. Adapun indeks validitas dari skala perilaku prososial sebesar 0,323-0,708 dengan reabilitas sebesar 0,855Tabel 1. Blue Print Skala Prososial No Aspek Favorable Unfavorable Jumlah 1. Sharing membagi 1,2,3 5,6,7 6 2. Helping menolong 4,8,9 11,12,13 6 3. Generosity kedermawanan 10,14,15 17,18,19 6 4. Cooperative kerjasama 16,20,21 22,23,24 6 5. Honesty 25,26,27 29,30,31 6 6. Mempertimbangkan hak dan 28,32,33 34,35,36 6 kewajiban orang lain Total 18 18 36 Sedangkan untuk mengukur tingkat perkembangan moral peneliti menggunakan skala Difining Issues Test adaptasi dari Kohlberg. Angket ini pada dilema-dilema moral tahap perkembangan moral yang dicetuskan oleh Kohlberg. Prosedur skoring adalah sebagai berikut 1 Setiap pertanyaan dalam angket dilema moral diperlakukan sebagai 1 butir aitem, 2 Tiap butir aitem akan diberi nilai antara 1 - 6 berdasarkan 6 tahapan perkembangan moral menurut Kohlberg 1995 81, Nilai 1 apabila jawaban siswa mengandung unsur kepatuhan atau menghindari hukuman. Akibat-akibat fisik dan tindakan menentukan baik atau buruk tindakan ini. Nilai 2 apabila jawaban siswa mengandung unsur timbal balik, bukan masalah kesetiaan, rasa terimakasih, atau rasa adil. Nilai 3 apabila jawaban siswa mengandung unsurunsur agar diterima lingkungan dengan bersikap “baik” atau “manis”. Nilai 4 apabila jawaban siswa mengandung unsur melaksanakan kewajiban, hormat pada otoritas, atau memelihara ketertiban sosial yang ada demi ketertiban itu sendiri. Nilai 5 apabila jawaban siswa mengandung unsur kesadaran yang jelas bahwa nilai-nilai dan pendapat pribadi itu relatif, maka perlu adanya peraturan untuk mencapai konsensus atau persetujuan bersama. Tindakan benar cenderung dimengerti dari segi hak-hak manusia yang umum dan disetujui masyarakat. Nilai 6 apabila jawaban siswa mengandung unsur atau prinsip abstrak, etis, dan universal mengenai keadilan, kesamaan hak asasi manusia, dan penghormatan kepada martabat manusia sebagai pribadi. Tindakan benar diartikan sesuai dengan suara hati, sesuai prinsip-prinsip etika yang dipilih sendiri, berpedoman pada universalitas dan 2. Indeks Validitas Instrumen Setelah Try Out Instrument Jumlah Item Disajikan Jumlah Item Indeks Valid Validita Skala Prososial 36 Item 33 Item 0,202-0,652 Skala Perkembangan 5 Item 5 Item 0,191-0,516 Moral Berdasarkan hasil try out yang dilakukan peneliti memperoleh indeks validitas 0,202-0,652 untuk skala prososia. Dari 36 item yang diujikan 33 item dinyatakan valid dan 3 sisanya dinyatakan gugur. Sedangkan indeks validitas skala perkembangan moral berkisar 0,191-0,516 tanpa item 3. Indeks Realibilitas Instrumen Mini Riset Instrument Cronbach’s Alpha Skala Prososial 0,866 Skala Perkembangan 0,544 Moral Berdasarkan table diatas maka dapat disimpulkan bahwa instrument yang dipakai dalam Mini Riset ini adalah reliable pada kategori sedang. Sesuai dengan kategori koefisien dari Gulford 1956 dimana nilai Cronbach’s Alpha 0,40 – 0,60 memiliki reliabilitas Prosedur dan Analisa DataProsedur Mini Riset ini terdiri dari 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan analisa. Pada tahap persiapan peneliti terlebih dahulu menentukan jumlah subjek dan criteria subjek Mini Riset, serta menyiapkan alat ukur yang akan digunakan dalam Mini Riset. Peneliti terlebih dahulu melakukan bimbingan untuk proses adaptasi alat ukur yang akan digunakan. Setelah kedua alat ukur disetujui oleh dosen pembimbing, try out dilaksanaka. Setelah data terkumpul maka peneliti malakukan analisis validitas dan reliabilitas item uji reliabilitas dan validitas dilakukan maka diketahui item yang harus gugur dan tetap bertahan sebagai alat ukur. Pada tahap penyebaran skala, jumlah subjek yang ditentukan untuk Mini Riset ini adalah 250 remaja berusia 15-19 tahun. Dalam pengambilan subjek Mini Riset, peneliti meminta bantuan kepada saudara yang masih berada di bangku SMA untuk mengambil data remaja yang perkiraan usianya 17-18 tahun. Untuk remaja setingkat SMP dan Mahasiswa peneliti terjun langsung ke lapangan untuk pengambilan datanya. Alat ukur yang disebarkan berupa 2 skala yang berbentuk skala likert, jadi setiap satu subjek Mini Riset akan mengisi 2 skala sekaligus. Setelah data terkumpul sesuai dengan kuota yang ditentukan, peneliti melakukan scoring dan input data dan melakukan analisis data dengan program SPSS. Peneliti menggunakan analisa korelasi product moment dari Pearson untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat perkembangan moral dengan perilaku IVHASIL DAN Hasil Dari data yang diperoleh dalam Mini Riset ini dilakukan analisis data dengan menggunakan korelasi product momen dari Karl Pearson. Subjek dalam Mini Riset ini adalah remaja berusia 15-19 4. Deskripsi Subjek Berdasarkan Usia Usia Jumlah Presentase 15 – 16 Tahun 123 49,2 17 – 20 Tahun 127 Total 250 100 Beradasarkan table 4 maka dapat diuraikan bahwa subjek yang memiliki usia 15 tahun yaitu sebanyak 89 responden dengan presentasi 35,6%, 16 tahun 34 responden 13,6%, 17 tahun sebanyak 39 responden 15,6%, 18 tahun 37 responden 14,8% dan 19 tahun sebanyak 51 responden dengan presentase 20,4%.Tabel 5. Deskripsi Subjek Berdasarkan Perkembangan Moral Tahap Jumlah Presentase 1 17 2 35 3 57 4 89 5 48 6 4 Total 250 100 Bila dilihat dari skor subjek tingkat perkembangan moral dari 250 subjek yang diteliti diketahui ada 17 subjek berada pada tahap perkembangan tingkat 1, 35 subjek berada pada tahap perkembangan moral tingkat 2, 57 subjek 22, 8% berada pada tahap perkembangan moral tingkat 3, sedangkan di tahap 4 ada 89 subjek 35,6%, sisanya sebanyak 56 subjek berada di tahap 5 dan 6 dengan presentase 19,2% ditahap 5 dan 1,6% berada pada tahap 6. Deskripsi Subjek Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahap Tingkat Pendidikan Total Mahasiswa SMA SMP 1 0 8 9 17 2 3 18 14 35 3 12 27 18 57 4 22 40 27 89 5 13 12 23 48 6 1 2 1 4 Total 51 107 92 250 Dapat dilihat dari data subjek banyak subjek berada pada tingkat perkembangan moral 3, 4, dan 5. Bila dilihat subjek Mahasiswa, SMA, dan SMP paling banyak berada pada tahap perkembangan moral 4, dan paling sedikit berada pada tahap perkembangan moral Pembahasan Dari hasil analisis data menggunakan uji korelasi product moment dari Karl Pearson dapat ditarik kesimpulan bahwa Tahap perkembangan moral seseorang memiliki hubungan dengan perilaku prososialnya. Hasil uji korelasi dapat dilihat pada table berikut ini Tabel 7. Hasil Analisis Hubungan Tingkat Perkembangan Moral Dengan Perilaku Prososial Pada Remaja. r hitung r2 Sig. Keterangan Kesimpulan 0,822 0,675 0,000 Sig. < 0,05 Hubungan signifikan Berdasarkan hasil analisis data menggunakan metode Correlation Product Moment maka dapat diketahui bahwa nilai r hitung yang diperoleh sebesar 0,822 dengan signifikansi 0,000 atau < 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara tingkat perkembangan moral dengan perilaku prososial remaja. Semakin tinggi tingkat perkembangan moral pada remaja maka perilaku prososial yang muncul juga akan semakin hasil Mini Riset diketahui bahwa perkembangan moral memiliki nilai sig 0,000 p 0,001 yang berarti perkembangan moral memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku prososial pada remaja. Hasil Mini Riset menunjukkan bahwa arah hubungan perkembangan moral dengan perilaku prososial adalah positif. Hal ini bererti ketika remaja memiliki perkembangan moral yang tinggi maka perilaku prososialnya juga akan semakin meningkat. Sebaliknya ketika remaja memiliki perkembangan moral yang rendah, maka perilaku prososialnya juga akan semakin rendah. Hal yang sama dijelaskan oleh Mini Riset Farid & Perwitasari 2011 bahwa perkembangan moral, kecerdasan emosi, religiusitas dan pola asuh orang tua otoritatif memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku prososial. Jadi dapat disimpulkan bahwa benar perkembangan moral memiliki hubungan dengan perilaku adalah masa transisi yang dipenuhi dengan proses perubahan, dari perubahan fisik sampai perubahan psikologis. Masa remaja dikenal sebagai masa yang amat beresiko. Sebagian remaja bisa jadi sulit menangani begitu banyak perubahan yang terjadi dalam satu waktu dan mungkin membutuhkan bantuan. Masa remaja adalah waktu pembentukan masa dewasa, remaja dituntut untuk lebih produktif dan dapat menghadapi masalah besar. Masa remaja dikenal dengan kenakalannya, seperti perkelahian, munculnya sikap antisosial dan berkurangnya sikap prososial. Pada dasarnya sikap prososial sangatlah penting bagi pemenuhan kebutuhan perkembangan sosial remaja, karena dengan berperilaku prososial remaja akan dapat menjalin hubungan positif baik antar individu atau dengan 1997 Santrock, 2011 menjelaskan bahwa perilaku prososial sangat dibutuhkan oleh remaja untuk membangun hubungan yang baik dengan lingkungan. Dalam Mini Riset sebelumnya dikatakan bahwa rata-rata sikap prososial remaja setiap tahunnya mengalami perubahan. Dalam Mini Riset ini tercatat dari 250 anak ada 109 anak yang memiliki skor prososial rendah, sisanya memiliki skor prososial yang seseorang untuk berperilaku prososial akan membuat hubungan antar individu dan masyarakat menjadi negatif, seseorang dengan perilaku prososial dengan sendirinya akan mampu beradaptasi dengan baik. Berbeda dengan seseorang dengan perilaku anti sosial, perilaku anti sosial berakibat pada penerimaan individu di lingkungan sosialnya. Sebenarnya ada banyak faktor yang mendorong seseorang untuk berperilaku prososial salah satunya adalah personal value and norms. Yaitu internalisasi nilai-nilai serta norma dalam diri individu. Ketika seseorang melakukan interaksi sosial maka mereka akan mempelajari nilai-nilai dan norma sosial yang berlaku sebagai tolak ukur antara baik dan buruk. Kemampuan penalaran individu terhadap nilai dan norma sosial tersebut dalam ilmu psikologi digambarkan sebagai perkembangan moral, merupakan pemahaman mengenai benar dan salah. Santrock 2011 menilai perkembangan moral sebagai perkembangan yang berkaitan dengan aturan dan konvensi mengenai apa yang harus dilakukan oleh manusia dalam interaksinya dengan orang lain. Menurut Kohlberg Hurlock, 1980 perkembangan moral menjelaskan bagaimana seseorang mengerti akan tanggung jawabnya terhadap lingkungan sosialnya dimana seseorang dituntut untuk jujur, saling berbagi, saling menolong, yang sejalan dengan konsep prososial. Konsep perkembangan moral mengedepankan kemampuan kognitif untuk menilai suatu perilaku sesuai dengan konsep moral yang berkembang dalam masyarakat. Konsep moral yang dikembangkan oleh Kohlberg lebih menekankan pada alasan yang menjadi dasar seseorang bisa melakukan suatu tindakan Hurlock, 1999. Jadi, sebelum individu memutuskan untuk berbuat sesuatu individu akan memikirkan apakah perilaku tersebut baik dan dapat diterima oleh orang lain atau masa anak-anak individu melakukan penilaian benar atau salah hanya berdasarkan tindakan yang akan mempengaruhi mereka. Artinya seorang anak akan berperilaku baik karena mereka takut akan hukuman yang akan diberikan kepada mereka ketika mereka berbuat buruk. Namun seiring waktu individu akan memahami bahwa mereka mungkin perlu mempertimbangkan kebutuhan – kebutuhan orang lain ketika menentukan mana yang benar dan mana yang salah dalam berperilaku. Dan pada akhirnya mereka akan memahami bahwa benar dan salah perilaku berhubungan dengan sekumpulan standart dan prinsip yang menjelaskan hak-hak manusia, bukan hanya kebutuhan individual. Tidak hanya itu, perkembangan moral juga sangat berkaitan denganpengembangan hati nurani, kemampuan untuk mengadakan empati dan kemampuan diri bersalah faktor-faktor afektif ikut berperan dalam perkembangan dilihat dari penjelasan diatas maka sangat mungkin bila perkembangan moral memiliki hubungan dengan munculnya perilaku prososial. Semakin tinggi perkembangan moral individu berarti semakin individu tersebut mengerti mana yang baik untuk dilakukan dan mana yang tidak baik atau dalam arti lain individu dapat menginternalisasi nilai dan norma sosial dengan baik dan semakin tinggi perkembangan moral individu maka semakin luas tolak ukur dalam pengambilan keputusan baik dan buruk. Bila di masa anak-anak tolak ukur penentuan baik dan buruk hanya berpatokan kepada tindakan yang mempengaruhi mereka maka seiring dengan waktu individu akan belajar bahwa kepentingan orang lain dan lingkungan sosial juga berpengaruh dalam pengambilan keputusan. Selain itu ketika perkembangan moral juga diiringi dengan perkembangan kemampuan untuk mengadakan empati dan kemampuan mengadakan rasa bersalah. Karena itu dalam diri hal ini perkembangan moral dapat mendorong individu untuk melakukan tindakan prososial. Hal ini selaras dengan hasil Mini Riset ini yaitu adanya hubungan yang positif antara perkembangan moral dengan perilaku prososial pada remaja. Hasil Mini Riset ini didukung oleh Mini Riset Dewi 2014 melakukan Mini Riset mengenai pengaruh kegiatan ekstrakulikuler kepramukaan terhadap perilaku prososial. Hasil Mini Riset menjelaskan bahwa kegiatan pramuka yang merupakan kegiatan diluar kelas dalam rangka memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, dan menginternalisasi nilai-nilai dan aturan-aturan sosial baik nasional maupun global dapat meningkatkan perilaku prososial remaja di SMP Cerdas Murni. Seperti yang diketahui kegiatan pramuka adalah salah satu wadah pembelajaran moral pada Mini Riset ini ditemukan bahwa sebagian besar remaja memiliki rata-rata perilaku prososial yang tinggi. Tercatat 56, 4% remaja memiliki nilai perilaku prososial diatas rata-rata. Selaras dengan nilai perilaku prososial yang tinggi nilai perkembangan moral remaja juga tinggi, dapat dilihat dari rata-rata nilai perkembangan moral tercatat 134 atau sekitar 53% anak memiliki nilai diatas rata-rata. Hal ini berarti remaja sudah dapat dengan baik menginternalisasi nilai dan norma sosial yang ada. Keputusan baik dan buruk remaja tidak berpatok lagi kepada tindakan yang akan mempengaruhi mereka, melainkan kepada kebutuhan-kebutuhan orang lain dan pertimbangan hak-hak orang lain serta penerimaan lingkungan sehingga dorongan untuk melakukan tindkan prososial juga tinggi. Diperjelas lagi dengan hasil analisis determinasi dalam Mini Riset ini, diketahui perkembangan moral memiliki sumbangan efektif yang cukup besar dengan nilai koefisien determinasi r2 sebesar yaitu berkisar 67,5% dan 32,5% nya dipengaruhi oleh variabel lain seperti faktor situasional seperti faktor kehadiran orang lain dan tekanan waktu. Keterbatasan yang dialami peneliti dalam proses Mini Riset ini adalah belum adanya standart penilaian norma yang baku pada skala perkembangan moral sehingga proses penilaiannya masih bersifat Kesimpulan Dewi, 2014. Pengaruh ekstrakulikuler kepramukaan terhadap perilaku prososial remaja di smp santa ursula jakarta. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia N. 2006. Social, emotional and personality development. 6th edition. Hand book of child N,. & Mussen,. 1989 The roots of prosocial behavior in children.

cara membuat laporan mini riset